🎫 Khotbah Dukacita Kematian Seorang Ayah

SantaPerawan Maria Berdukacita. Ibr 5:7-9, mzm 31:2-3a,3b-4,5-6,15-16,20; Yoh 19:25-27. Setiap manusia pasti pernah mengalami situasi sulit dalam hidupnya atau yang biasa disebut penderitaan. Ketika manusia mengalami penderitaan, manusia merasa ditinggalkan oleh orang-orang di sekitarnya. Bahkan tak jarang manusia merasa ditinggalkan oleh Tuhan. BahasanHadhrat Khalid bin Walid (ra) berangkat ke Yamamah untuk menghadapi Musailamah al-Kadzdzab seorang Nabi palsu akan dilanjutkan di khotbah mendatang. Khotbah Jumat Sayyidina Amirul Mu-minin, Hadhrat Mirza Masroor Ahmad, Khalifatul Masih al-Khaamis (ayyadahullaahu Ta’ala binashrihil ‘aziiz) pada 13 Mei 2022 (Hijrah 1401 Hijriyah Iatelah menuntaskan tanggung jawabnya sebagai ayah dan guru. Namanya akan selalu hidup dalam sanubari. Baktinya akan terukir dihati. Ia yang telah menjadi pelita dalam kegelapan pendidikan. Embun penyejuk di hati setiap anak didik yang selalu haus benih ilmu dan iman. Ia bukan saja suami, ayah bagi anak-anak, guru bagi anak didik, tapi juga Kej22:1 Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: “Abraham,” lalu sahutnya: “Ya, Tuhan.”. Kej 22:2 Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu Apakahtujuan Kematian Orang Kristen?ematian menurut Kristen Protestan juga mengartikan saat terakhir atau perhentian kehidupan kita di bumi untuk masuk ke k Di1 Tesalonika 4:13 Paulus berkata kepada jemaat Tesalonika, “kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak ada pengharapan.”. Kita mungkin saja menangis, tetapi kita tidak harus menangis seperti orang-orang lain yang tidak ada pengharapan, yaitu orang-orang yang tidak percaya kepada Allah. Hadirinjamaah Jumat rahimakumullah, Mungkin dari kita semua ada yang menyadari bahwa Jumat ini tanggal 12 November adalah bertepatan dengan peringatan Hari Ayah Nasional. Karenanya, khotbah Jumat kali ini akan membahas bagaimana kita seorang laki-laki yang apabila sudah menikah dan memiliki anak akan menjadi ayah, seperti apa teladan yang bisa Hadirinjamaah Jumat rahimakumullah, Mungkin dari kita semua Kesedihanyang Kudus atau kesedihan Tuhan ini merupakan kesedihan yang harus ada. Alkitab mencatat ada 4 (empat) macam DUKACITA yang kudus yang harus ada pada orang Kristen. 1. DUKA CITA KARENA MEMBENCI DOSA. Kesedihan yang pertama-tama ada ketika manusia berdosa bertobat adalah kesedihan karena membenci dosa. . “Masih ada harapan untuk hari depanmu, demikianlah firman Tuhan anak-anak akan kembali ke daerah mereka”Yeremia 31 17. [ Kami melakukan seperti permohonannya, dan doa kami sama dengan doa yang engkau persembahkan. Kami tidak menerima bukti bahwa anak kami akan sembuh. la meninggal, dengan menaruh kepercayaannya penuh pada Yesus Juruselamat kita. Kematiannya merupakan suatu pukulan besar pada kami, tetapi adalah suatu kemenangan dalam kematian pun; karena hidupnya telah tersimpan dengan Kristus pada Allah. Sebelum kematian anak sulung saya, bayi saya sakit sampai mati. Kami berdoa, dan mengira bahwa Tuhan akan memanjangkan usia kekasih kami; tetapi kami menutup matanya dalam kematian, dan menidurkannya untuk beristirahat dalam Yesus, sampai sang Pemberi Hidup akan datang untuk membangkitkan kekasih-kekasih-Nya yang indah kepada kemuliaan yang baka. Kemudian suami saya, hamba Yesus Kristus yang setia, yang telah berdiri mendampingi saya selama tiga puluh enam tahun, telah diambil dari saya, dan saya ditinggalkan untuk bekerja sendirian. la tidur dalam Yesus. Saya tidak ada air mata untuk dicucurkan di atas kuburnya. Tetapi betapa saya sangat merindukannya! Betapa saya merindukan kata-kata nasihat dan hikmatnya! Betapa saya merindukan doanya bercampur dengan doaku meminta terang dan bimbingan, meminta hikmat untuk mengetahui bagaimana merencanakan dan menata pekerjaan itu! Tetapi Tuhan telah menjadi Penasihat saya, dan Tuhan akan memberimu kasih karunia untuk menanggung kesedihanmu. Engkau bertanya sehubungan dengan keselamatan anak kecilmu. Kata-kata Kristus adalah jawaban untukmu . . Biarkanlah anak-anak itu datang kepada-Ku, dan jangan kamu menghalang-halangi mereka, sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Allah” Lukas 1816. lngat akan nubuatan, “Beginilah firman Tuhan Dengar! Di Rama terdengar ratapan, tangisan yang pahit pedih Rahel menangisi anak-anaknya, ia tidak mau dihibur karena anak-anaknya . . . . Beginilah firman Tuhan Cegahlah suaramu dari menangis, dan matamu dari mencucurkan air mata, sebab untuk jerih payahmu ada ganjaran, demikianlah firman Tuhan; mereka akan kembali dari negeri musuh. Masih ada harapan untuk hari depanmu, demikianlah firman Tuhan anak-anak akan kembali ke daerah mereka” Yeremia 3115-17. Janji ini adalah untukmu. Engkau bisa mendapat penghiburan dan percaya pada Tuhan. Tuhan telah sering menunjukkan kepada saya bahwa banyak anak-anak kecil harus dibaringkan sebelum masa kesukaran. Kita akan melihat anak-anak kita kembali. Kita akan bertemu dengan mereka dan mengenal mereka di istana surga. Taruhlah kepercayaanmu pada Tuhan, dan janganlah 1899. 2 SM 258, 259 Ilustrasi Ayat Alkitab tentang Kematian sumber foto UnsplashAdalah penderitaan besar bagi seorang ibu untuk kehilangan anaknya—terutama yang masih bayi—sehingga ia akan membutuhkan penguatan dari ayat orang tua mana yang rela, ketika anaknya yang masih bayi kemudian harus kembali menghadap Bapa di surga karena berbagai sebab? Namun, tak ada yang bisa menghentikan ketika semua itu sudah menjadi kehendak ada yang lain yang bisa dilakukan selain berusaha ikhlas dan percaya pada janji-Nya bahwa Anda akan bersatu kembali dengan bayi Anda suatu hari nanti di surga. Sekarang, dapatkanlah penghiburan itu dari beberapa ayat Alkitab tentang kematian seperti berikut Alkitab tentang kematian bayi yang dapat menghibur Anda, orang tua kuat dan beriman teguhSelanjutnya kami tidak mau, saudara-saudara, bahwa kamu tidak mengetahui tentang mereka yang meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia. 1 Tesalonika 413, 14Jawab Yesus, "Akulah kebangkitan dan hidup barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?" Yohanes 1125-26Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu. Wahyu 214Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percaya juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada. Dan ke mana Aku, pergi, kamu tahu jalan ke situ. Yohanes 141-4Nah, sekiranya beberapa ayat Alkitab di atas dapat memberikan penghiburan yang diperlukan oleh orang tua mana pun yang sedang berduka cita lantaran harus kehilangan bayi mereka selalu diteguhkan dalam iman. Selasa, 27 Juli 2021 Edit Janji berarti ucapan yang menyatakan kesanggupan untuk melakukan atau memberi sesuatu. Janji berisi kesepakatan dari pihak – pihak yang terikat perjanjian. Janji juga memberikan pengharapan untuk pihak yang menerima janji. Pemazmur dalam bacaan Mazmur 11949-50, berbicara tentang janji Allah. Janji Allah, menghidupkan pemazmur dari kematiannya dalam dosa dan pelanggaran masa lalu. Janji Allah membangun kehidupan seseorang untuk lebih kuat dalam iman. Janji Allah membuat orang-orang percaya semakin teguh berpegang pada Firman Tuhan. Dalam pergumulan dan deritanya, pemazmur menyatakan keyakinan iman “Inilah penghiburanku dalam sengsaraku, bahwa janji-Mu menghidupkan aku.” Janji Tuhan, itulah yang menghiburkan Hari ini kita diperhadapkan dengan kematian. Akhir – akhir ini peristiwa kematian terjadi di mana – mana. Kematian sungguh membawa dukacita di hati keluarga. Peristiwa kematian sungguh mengguncangkan iman kita yang masih hidup. Dalam dukacita dan di tengah kenyataan kematian ini Firman Tuhan menguatkan kita bahwa pegangan kehidupan kita adalah Tuhan dan janjiNya menguatkan kita. Kematian memang sebuah misteri bagi manusia, tak ada seorangpun yang tahu kapan, di mana dan cara kita mengalami kematian. Tapi misteri kematian hanya dapat dimengerti, dipahami dan diterima dalam iman kepada Tuhan. Bahwa Tuhan adalah Allah yang kekal yang berkuasa baik atas kehidupan maupun kematian. Hari ini, keluarga berduka, kita semua berduka karena kehilangan seseorang yang berarti dalam hidup keluarga, persekutuan gereja dan masyarakat. Janji penyertaan Allah memampukan kita mengalami sukacita dalam hadirat Tuhan. Ia yang berjanji menyediakan bagi kita bagian hidup kekal yang penuh sukacita dalam damai sejahtera bersama Bapa di Sorga yang kekal. Mazmur 119 adalah pasal terpanjang dalam Alkitab. Mazmur ini menegaskan keyakinan bahwa hidup orang beriman yang berpegang pada Tuhan akan berbahagia. Hidup memang tidak terlepas dari sengsara tapi Firman Allah menjadi penghiburan dan kekuatan. Firman Tuhan adalah harta yang memberi damai bagi hati dan jiwa. Hidup dalam FirmanNya membuat kita bertumbuh dalam kasih karunia dan kebenaran. Yesus Firman yang hidup itu akan memulihkan, menghibur dan memberi kekuatan bagi keluarga dan kita sekalian sehingga kita tidak tergoncang bahkan oleh dukacita dan kematian sekalipun. Firman Tuhan ini mengajak keluarga dan kita semua untuk mengandalkan Tuhan sebagai satu-satunya sumber penghiburan dan pengharapan dalam kesengsaraan. Bagaimanapun situasi dunia janganlah menyimpang dari Taurat Tuhan. Setialah dalam persekutuan orang – orang yang takut akan Tuhan. Hadapilah dukacita dengan iman. Meskipun terkadang kehidupan ini seperti menelan pil pahit. Janii Tuhan terasa jauh ketika kenyataan hidup berbeda. Janji-janji Tuhan adalah sumber kekuatan kita. Janji Tuhan sangat bisa dipercaya bahkan saat kesesakkan menghimpit kita. Janji Tuhan menyegarkan jiwa kita sehingga kita mampu bertahan di tengah kesesakan. Terkadang yang sesungguhnya kita butuhkan bukan sebuah jawaban doa seperti sebuah sulap. Yang kita butuh adalah Firman Allah yang hidup, janji penyertaan Tuhan dan kekuatan Roh Kudus untuk menghadapi segala perkara. Firman Tuhan menguatkan hati keluarga dan kita semua yang rapuh dan pedih karena dukacita. Janji Allah memberi pengharapan ketika ada banyak perkara terjadi seperti Covid 19 dan lain sebahainya. Almarhum kekasih kita telah mengakhiri segala hidupnya. Maut sudah menjemputnya, kematian mengakhiri seluruh perjalanan hidupnya di dunia ini, tapi kematian juga mengawali keselamatan abadi yang disediakan Tuhan baginya. Relakanlah kepergiannya sambil percaya bahwa kelak kita kan berjumpa dalam Sorga Kekal. Secara khusus bagi anak – anak yang ditinggalkan, teladanilah karya – karya dan perbuatan baik dari Almarhum. Hadapilah dukacita ini dengan melanjutkan karya – karya pelayanan dan kesetiaan bapa bagi Tuhan. Bagi kita sekalian yang ditinggalkan, hadapilah dukacita dengan menghargai nafas, kehidupan dan kesempatan berkarya yang Tuhan beri. Allah yang setia menggenggam tangan kita sampai akhir. Di dalam tangan-Nya ada penghiburan dan berkat. Amin.

khotbah dukacita kematian seorang ayah